Jumat, 20 April 2018

MANAGEMEN PENDIDIKAN

"MANAGEMEN PENDIDIKAN"

   

 

 

BAB II
MANAGEMEN PENDIDIKAN
A.    Pengertian Managemen Pendidikan
1.      Pengertian Managemen
Kata manajemen bersal dari bahasa latin , yaitu dari asal kata mantis yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya management diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.
Pengertian manajemen secara terminologi sebagai mana dikemukakan oleh Taylor (1974: 02 )adalah : Management, the art of management is defined as knowing exactly what you want to do, and then seing that they do  in the best and cheapest way.”Manajement adalah seni yang ditentukan untuk mengetahui dengan sungguh-sungguh apa yang ingin kamu lakukan , dan mengawasi bahwamereka mengerjakan sesuatudengan sebaik- baiknya dan dengan cara semudah-mudahnya”
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Definisi lain dari manajemen yang lebih lengkap sebagaimana dikemukakan oleh Mulyani A. Nurhadi adalah sebagai berikut : “Manajemen adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien”.
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa di dalam pengertian manajemen selalu menyangkut adanya tiga hal yang merupakan unsur penting, yaitu:
a)      Usaha kerjasama,
b)      Oleh dua orang atau lebih, dan
c)      Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam pengertian tersebut sudah menunjukkan adanya gerak, yaitu usaha kerjasama, personil yang melakukan, yaitu dua orang atau lebih, dan untuk apa kegiatan dilakukan, yaitu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tiga unsur tersebut, yaitu gerak, orang, dan arah dari kegiatan, menunjukkan bahwa manajemen terjadi dalam sebuah organisasi, bukan pada kerja tunggal yang dilakukan oleh seorang individu.
2.      Pengertian Managemen pendidikan
Manajemen Pendidikan dalam kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal dari “administratie” yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut, administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor. Pengertian inilah yang menyebabkan timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan manajemen yang sudah disinggung, karena manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan tulis-menulis.
Managemen pendidikan adalah merupakan suatu cabang ilmu yang usianya relatif masih muda, sehingga tidak lah aneh apabila masih banyak yang belum mengenal. Istilah lama yang sering digunakan adalah “administratif” sebenarnya pengertian kedua istilah tersebut tidak sama persis. Istilah administrasi lebih cenderung menunjukan pada pekerjaan tulis menulis, sedangkan managemen lebih cenderung pada suatu pekerjaan yang dilakukan pimpinan, jadi menunjukan pada kegiatan organisasi.
Menurut Leonard D. White, manajemen adalah segenap proses, biasanya terdapat pada semua kelompok baik usaha negara, pemerintah atau swasta, sipil atau militer secara besar-besaran atau secara kecil-kecilan.
Menurut The Liang Gie, manajemen adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Tujaun pokok mempelajari manajemen pendidikan adalah untuk memperoleh cara, tekhnik, metodeyang sebaik-baiknya di lakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas ( seperti tenaga, dana, fasilitas, personal, material, maupun spritual ) sanangat diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efisien dan produktif
.
B.     Ruang Lingkup managemen pendidikan
Manajemen pendidikan secara umum memiliki ruang lingkup yang lebih luas daripada manajemen sekolah. Manajemen pendidikan tidak hanya menyangkut penataan pendidikan formal (sekolah, madrasah dan perguruan tinggi), tetapi juga pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal, seperti TPA/TPQ, pondok pesantren, lembaga-lembaga kursus maupun lembaga-lembaga pendidikan yang berkembang di masyarakat: majlis taklim, PKK, karang taruna, pembinaan wanita dan yang lainnya. Untik memudahkan bahasan ini, maka penulis lebih banyak menggunakan istilah “sekolah” untuk mewakili kegiatan pendidikan formal.
Ruang lingkup manajemen organisasi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kegiatan.
Pertama, manajemen administrative. Bidang kegiatan ini disebut juga management of administrative function, yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan agar semua orang dalam organisasi /kelompok kerja sama mengerjakan hal-hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Kedua, manajemen operatif. Bidang kegiatan ini di sebut juga managemen of operative function, yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar semua orang yang melaksanakan pekerjaannya yang menjadi tugas masing-masing dapat dengan tepat dan benar.68
Adapun ruang lingkup menajemen pendidikan ini secara lebih rinci dapat di jelaskan sebagai berikut:
1.      Manajemen kurikulum, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan tentang pendataan mata pelajaran/mata kuliah yang diajarkan/dipasarkan, waktu jam yang tesedia, jumlag guru beserta pembagian jam pelajaran, jumlah kelas, penjadwalan, kegiatan belajar-mengajar, buku-buku yang dibutuhkan, program semester, evaluasi, program tahunan, kelender pendidikan, perubahan kurikulum maupun inovasi-inovasi dalam pengembangan kurikulum. H. Haadari Nawawi. Administrasi Pendidikan. (Jakarta: CV Haji Masagung, 1989)
2. Manajemen ketenagaan pendidikan (kepegawwaian), meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan penerimaan pegawai baru, mutasi, surat keputusan, surat tugas, berkas-berkas tenaga kependidikan, daftar umum kepegawaian, upaya peningkatan SDM serta kinerja pegawai, dan sebagainya.
3.  Manajemen peserta didik, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan penggalangan penerimaan siswa baru, pelaksanaan tes penerimaan siswa baru, penempatan dan pembagian kelas, kegiatan-kegiatan kesiswaan, motivasi dan upaya peningkatan kualitas lulusan dan sebagainya.
4.  Manajemen sarana dan prasarana pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan pengadaan barang pembagian dan penggunaan barang (inventaris), perbaikan barang, dan tukar tambah maupun penghapusan barang.
5.   Manajemen keuangan/ pembiayaan pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan masuk dan keluarnya dana, usaha-usaha menggali sumber pendanaan sekolah seperti kegiatan koperasi serta penggunaan dana secara efisien.
6. Manajemen/administrasi perkantoran, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan kantor agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua orang yang membutuhkan serta berhubungan dengan kegiatan lembaga.
7.  Manajemen unit-unit penunjang pendidikan, melipiti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan ddan evaluasi kegiatan unit-unit penunjang, misalnya bimbingan dan penyuluhan (BP), perpustakaan, UKS, pramuka, olahraga, kesenian, dan sebagainya.
8. Manejemen layanan khusus pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan pelayanan khusus, misalnya menu makanan/konsumsi, layanan antar jemput , bimbingan khusus di rumah, dan sebagainya.
9. Manajemen tata lingkungan dan keamanan sekolah meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi tata ruang pertamanan sekolah, kebersihan dan ketertiban sekolah, serta keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
10. Manejemen hubungan dengan masyarakat, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan hubungan masyarakat, misalnya pendataan alamat kantor/orang yang dianggap perlu, hasil kerjasama, program-progran humas, dan sebagainya.
Secara umum, semakin besar dan maju suatu lembaga pendidikan, semakin banyak ruang lingkup manajemen yang harus ditangani sekolah. Demikian juga ssebaliknya, semakin renddah dan kecil sekolah semakin ssedikit ruang lingkup manajemen yang harus ditanganinya. Missalnya manajemen sekolah yang tergolong kecil dan bermutu rendah lebih sederhana pengelolaannya seperti sekolah-sekolah dasar yang adda di pelosok desa dibanding dengan manajemen sekolah yang tergolong besar dan maju seperti sekolah Al-Azhar Kebayoran Jakarta, Pondok Modern Ponorogo, MIN Malang I dan sebagainya.
C.     Fungsi-fungsi Managemen Pendidikan
Istilah managemen berhubungan dengan usaha secara umum, ada empat fungsi managemen yang sering orang menyebutnya POAC. Dua fungsi yang pertama dikategorikan sebagai kegiatan mental sedangkan dua berikutnya dikategorikan sebagai kegiatan fisik.
1.      Perencanaan (Planning)
Perencanaan ialah suatu proses menyusun tujuan dan sasaran organisasi serta menyusun “peta kerja” yang melibatkan cara pencapaian tujuan. Dengan demikian, melalui perencanaan dapat dipersatukan kesamaan pandangan, sikap dan tindak dalam pelaksanaan dilapangan.
Ada empat tahapan perencanaan yaitu :
a.       Menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan.
b.      Merumuskan tujuan saat ini
c.       Mengedintifikasikan segala peluang dan hambatan,
d.      Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
2.      Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah suatu Proses dari menghimpun Sumber Daya Manusia, modal, dan peralatan yang dibutuhkan dengan cara yang efektif demi mencapai tujuan.
3.      Pengarahan (Actuating)
Pelaksanaan merupakan suatu Proses dengan menggerakan sumber daya manusia yang ada untuk melakukan suatu kegiatan pencapaian tujuan sehingga efisiensi proses terjadi dan menghasilkan sebuah efektivitas hasil kerja.
4.      Pengawasan (Controlling)
Pengawasan merupakan suatu Proses pemberian balikan dan tindak lanjut dari pembandingan antara hasil yang dicapai dengan suatu rencana yang sudah dibuat kemudian terdapat tindakan penyesuaian jika terjadi penyimpangan.
D.    Prinsip-prinsip Managemen Sekolah
Prinsip adalah pegangan hidup yang diyakini seseorang mampu membantu dirinya mencapai tujuan hidup yang dia inginkan atau programkan.Prinsip adalah asas kebenaran yang menjadi pokok dasar dalam berfikir, bertindak, dan sebagainya. (Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Prinsip akan hancur jika ada unsur-unsur luar yang tidak sehaluan dengan tujuannya ikut dicampur adukkan, selalunya unsur tersebut berwujud emosi. Contohnya, seseorang memiliki prinsip menegakkan keadilan walau apapun yang dihadapi, tapi dalam prosesnya, di 'cemari' dengan rasa iba dan kata maaf sehingga hilanglah keadilan, terhentilah prinsip mencari keadilan.Walaupun terkadang terasa pahit, prinsip adalah ibarat janji kepada orang lain dan diri kita sendiri. Tidak sepantasnya anda mengingkari janji tersebut atau mengelak bahwa anda tidak pernah berjanji seperti itu. Jika janji tidak ditepati, jangan heran jika ada relasi dan kerabat dekat anda berubah total menjadi tidak percaya lagi pada anda dan menentang keputusan-keputusan anda.
Managemen sekolah adalah proses intansi yang memimpin dan membimbing penyelenggaraan pekerjaan sekolah sebagai suatu organisasi dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Tehnik managemen pendidikan dibagi menjadi dua, yakni bersifat umum dan khusus. Tehnik managemen yang bersifat umum adalah tehnik yang dapat dipakai atau diterapkan bagi seluruh organisasi atau bawahan. Tehnik managemen yang bersifat khusus adalah tehnik tertentu yang dapat digunakan secara terbatas.
Prinsip-prinsip managemen sekolah :
a.       Prinsip Efisiensi
b.      Prinsip aktifitas
c.       Prinsip Pengelolaan
d.      Prinsip Pengutamaan tugas pengelolaan
e.       Prinsip Kerjasama
f.       Prinsip kepemimpinan

BAB III
KESIMPULAN
Kata manajemen bersal dari bahasa latin , yaitu dari asal kata mantis yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya management diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia
Managemen pendidikan adalah merupakan suatu cabang ilmu yang usianya relatif masih muda, sehingga tidak lah aneh apabila masih banyak yang belum mengenal. Istilah lama yang sering digunakan adalah “administratif” sebenarnya pengertian kedua istilah tersebut tidak sama persis. Istilah administrasi lebih cenderung menunjukan pada pekerjaan tulis menulis, sedangkan managemen lebih cenderung pada suatu pekerjaan yang dilakukan pimpinan, jadi menunjukan pada kegiatan organisasi.menjadi manajemen atau pengelolaan.
Ruang lingkup manajemen organisasi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kegiatan : 1)  manajemen administrative. 2) manajemen operatif.
Fungsi-fungsi Managemen Pendidikan terdiri dari fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian, fungsi pengarahan (actuating), fungsi pengawasan (controling).
Prinsip-prinsip managemen sekolah :
a.         Prinsip Efisiensi
b.         Prinsip aktifitas
c.         Prinsip Pengelolaan
d.         Prinsip Pengutamaan tugas pengelolaan
e.         Prinsip Kerjasama
f.          Prinsip kepemimpinan

DAFTAR PUSTAKA
Djaswidi, 2013. Administrasi Pendidikan. Bandung: Media Cendikia Publisher
Brantas,2009. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Alfabeta.
Siswanto,2011. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
http://www.areabaca.com/2013/05/fungsi-fungsi-manajemen-pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman di IAID Ciamis

Assalamualaikum wr.wb       Perkenalkan nama saya Mia Rohmiati. Berbicara tentang pengalaman, banyak sekali pengalaman, pembelaja...