BAB II
MANAGEMEN PENDIDIKAN
A.
Pengertian Managemen Pendidikan
1.
Pengertian Managemen
Kata manajemen bersal dari bahasa latin , yaitu dari asal
kata mantis yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu
digabung menjadi kata kerja managere yang artinya menangani. Managere
diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan
kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan
manajemen. Akhirnya management diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi
manajemen atau pengelolaan.
Pengertian manajemen secara terminologi sebagai mana
dikemukakan oleh Taylor (1974: 02 )adalah : Management, the art of management
is defined as knowing exactly what you want to do, and then seing that they
do in the best and cheapest
way.”Manajement adalah seni yang ditentukan untuk mengetahui dengan sungguh-sungguh
apa yang ingin kamu lakukan , dan mengawasi bahwamereka mengerjakan
sesuatudengan sebaik- baiknya dan dengan cara semudah-mudahnya”
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah
proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber
daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa
tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa
tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan
jadwal.
Definisi lain dari manajemen yang lebih lengkap
sebagaimana dikemukakan oleh Mulyani A. Nurhadi adalah sebagai berikut : “Manajemen
adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan
usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan,
untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif
dan efisien”.
Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa
di dalam pengertian manajemen selalu menyangkut adanya tiga hal yang merupakan
unsur penting, yaitu:
a) Usaha kerjasama,
b) Oleh dua orang atau lebih, dan
c) Untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Dalam pengertian tersebut sudah
menunjukkan adanya gerak, yaitu usaha kerjasama, personil yang melakukan, yaitu
dua orang atau lebih, dan untuk apa kegiatan dilakukan, yaitu untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Tiga unsur tersebut, yaitu gerak, orang, dan arah
dari kegiatan, menunjukkan bahwa manajemen terjadi dalam sebuah organisasi,
bukan pada kerja tunggal yang dilakukan oleh seorang individu.
2.
Pengertian Managemen pendidikan
Manajemen Pendidikan dalam
kamus bahasa Belanda-Indonesia disebutkan bahwa istilah manajemen berasal dari
“administratie” yang berarti tata-usaha. Dalam pengertian manajemen tersebut,
administrasi menunjuk pada pekerjaan tulis-menulis di kantor. Pengertian inilah
yang menyebabkan timbulnya contoh-contoh keluhan kelambatan manajemen yang
sudah disinggung, karena manajemen dibatasi lingkupnya sebagai pekerjaan
tulis-menulis.
Managemen pendidikan adalah
merupakan suatu cabang ilmu yang usianya relatif masih muda, sehingga tidak lah
aneh apabila masih banyak yang belum mengenal. Istilah lama yang sering
digunakan adalah “administratif” sebenarnya pengertian kedua istilah tersebut
tidak sama persis. Istilah administrasi lebih cenderung menunjukan pada
pekerjaan tulis menulis, sedangkan managemen lebih cenderung pada suatu
pekerjaan yang dilakukan pimpinan, jadi menunjukan pada kegiatan organisasi.
Menurut Leonard D. White,
manajemen adalah segenap proses, biasanya terdapat pada semua kelompok baik
usaha negara, pemerintah atau swasta, sipil atau militer secara besar-besaran
atau secara kecil-kecilan.
Menurut The Liang Gie,
manajemen adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama
sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Tujaun pokok mempelajari
manajemen pendidikan adalah untuk memperoleh cara, tekhnik, metodeyang
sebaik-baiknya di lakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas (
seperti tenaga, dana, fasilitas, personal, material, maupun spritual ) sanangat
diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efisien dan produktif
.
B.
Ruang Lingkup managemen pendidikan
Manajemen pendidikan secara umum memiliki ruang lingkup yang lebih luas
daripada manajemen sekolah. Manajemen pendidikan tidak hanya menyangkut
penataan pendidikan formal (sekolah, madrasah dan perguruan tinggi), tetapi
juga pendidikan luar sekolah atau pendidikan nonformal, seperti TPA/TPQ, pondok
pesantren, lembaga-lembaga kursus maupun lembaga-lembaga pendidikan yang
berkembang di masyarakat: majlis taklim, PKK, karang taruna, pembinaan wanita
dan yang lainnya. Untik memudahkan bahasan ini, maka penulis lebih banyak
menggunakan istilah “sekolah” untuk mewakili kegiatan pendidikan formal.
Ruang lingkup manajemen organisasi secara garis besar dapat dibagi menjadi
dua kegiatan.
Pertama, manajemen administrative. Bidang kegiatan ini disebut juga
management of administrative function, yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan
mengarahkan agar semua orang dalam organisasi /kelompok kerja sama mengerjakan
hal-hal yang tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Kedua, manajemen operatif. Bidang kegiatan ini di sebut juga managemen of
operative function, yakni kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan
membina agar semua orang yang melaksanakan pekerjaannya yang menjadi tugas
masing-masing dapat dengan tepat dan benar.68
Adapun ruang
lingkup menajemen pendidikan ini secara lebih rinci dapat di jelaskan sebagai
berikut:
1.
Manajemen kurikulum, meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan dan evaluasi kegiatan tentang pendataan mata pelajaran/mata kuliah
yang diajarkan/dipasarkan, waktu jam yang tesedia, jumlag guru beserta
pembagian jam pelajaran, jumlah kelas, penjadwalan, kegiatan belajar-mengajar,
buku-buku yang dibutuhkan, program semester, evaluasi, program tahunan,
kelender pendidikan, perubahan kurikulum maupun inovasi-inovasi dalam
pengembangan kurikulum. H. Haadari Nawawi. Administrasi
Pendidikan. (Jakarta: CV Haji Masagung, 1989)
2. Manajemen ketenagaan pendidikan (kepegawwaian), meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan
penerimaan pegawai baru, mutasi, surat keputusan, surat tugas, berkas-berkas
tenaga kependidikan, daftar umum kepegawaian, upaya peningkatan SDM serta
kinerja pegawai, dan sebagainya.
3. Manajemen peserta didik, meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan penggalangan
penerimaan siswa baru, pelaksanaan tes penerimaan siswa baru, penempatan dan
pembagian kelas, kegiatan-kegiatan kesiswaan, motivasi dan upaya peningkatan
kualitas lulusan dan sebagainya.
4. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan, meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan
pengadaan barang pembagian dan penggunaan barang (inventaris), perbaikan
barang, dan tukar tambah maupun penghapusan barang.
5. Manajemen keuangan/ pembiayaan pendidikan, meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan
masuk dan keluarnya dana, usaha-usaha menggali sumber pendanaan sekolah seperti
kegiatan koperasi serta penggunaan dana secara efisien.
6. Manajemen/administrasi perkantoran, meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan kantor agar
memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua orang yang membutuhkan serta
berhubungan dengan kegiatan lembaga.
7. Manajemen unit-unit penunjang pendidikan, melipiti
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan ddan evaluasi kegiatan
unit-unit penunjang, misalnya bimbingan dan penyuluhan (BP), perpustakaan, UKS,
pramuka, olahraga, kesenian, dan sebagainya.
8. Manejemen layanan khusus pendidikan, meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan
pelayanan khusus, misalnya menu makanan/konsumsi, layanan antar jemput , bimbingan
khusus di rumah, dan sebagainya.
9. Manajemen tata lingkungan dan keamanan sekolah meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi tata ruang
pertamanan sekolah, kebersihan dan ketertiban sekolah, serta keamanan dan kenyamanan
lingkungan sekolah.
10. Manejemen hubungan dengan masyarakat, meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan
hubungan masyarakat, misalnya pendataan alamat kantor/orang yang dianggap
perlu, hasil kerjasama, program-progran humas, dan sebagainya.
Secara umum, semakin besar dan maju suatu lembaga pendidikan, semakin
banyak ruang lingkup manajemen yang harus ditangani sekolah. Demikian juga
ssebaliknya, semakin renddah dan kecil sekolah semakin ssedikit ruang lingkup manajemen
yang harus ditanganinya. Missalnya manajemen sekolah yang tergolong kecil dan
bermutu rendah lebih sederhana pengelolaannya seperti sekolah-sekolah dasar
yang adda di pelosok desa dibanding dengan manajemen sekolah yang tergolong
besar dan maju seperti sekolah Al-Azhar Kebayoran Jakarta, Pondok Modern
Ponorogo, MIN Malang I dan sebagainya.
C.
Fungsi-fungsi Managemen Pendidikan
Istilah managemen berhubungan
dengan usaha secara umum, ada empat fungsi managemen yang sering orang
menyebutnya POAC. Dua fungsi yang pertama dikategorikan sebagai kegiatan mental
sedangkan dua berikutnya dikategorikan sebagai kegiatan fisik.
1.
Perencanaan (Planning)
Perencanaan ialah suatu proses menyusun tujuan dan sasaran organisasi serta
menyusun “peta kerja” yang melibatkan cara pencapaian tujuan. Dengan demikian,
melalui perencanaan dapat dipersatukan kesamaan pandangan, sikap dan tindak
dalam pelaksanaan dilapangan.
Ada empat tahapan perencanaan yaitu :
a.
Menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan.
b.
Merumuskan tujuan saat ini
c.
Mengedintifikasikan segala peluang dan hambatan,
d.
Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk
memecahkan suatu masalah tertentu.
2.
Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah suatu Proses dari menghimpun Sumber Daya Manusia,
modal, dan peralatan yang dibutuhkan dengan cara yang efektif demi mencapai
tujuan.
3.
Pengarahan (Actuating)
Pelaksanaan merupakan suatu Proses dengan menggerakan sumber daya manusia
yang ada untuk melakukan suatu kegiatan pencapaian tujuan sehingga efisiensi
proses terjadi dan menghasilkan sebuah efektivitas hasil kerja.
4.
Pengawasan (Controlling)
Pengawasan merupakan suatu Proses pemberian balikan dan tindak lanjut dari
pembandingan antara hasil yang dicapai dengan suatu rencana yang sudah dibuat
kemudian terdapat tindakan penyesuaian jika terjadi penyimpangan.
D.
Prinsip-prinsip Managemen Sekolah
Prinsip adalah pegangan hidup yang diyakini seseorang mampu membantu
dirinya mencapai tujuan hidup yang dia inginkan atau programkan.Prinsip adalah
asas kebenaran yang menjadi pokok dasar dalam berfikir, bertindak, dan
sebagainya. (Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Prinsip akan hancur jika ada unsur-unsur luar yang tidak sehaluan dengan
tujuannya ikut dicampur adukkan, selalunya unsur tersebut berwujud emosi. Contohnya,
seseorang memiliki prinsip menegakkan keadilan walau apapun yang dihadapi, tapi
dalam prosesnya, di 'cemari' dengan rasa iba dan kata maaf sehingga hilanglah
keadilan, terhentilah prinsip mencari keadilan.Walaupun terkadang terasa pahit,
prinsip adalah ibarat janji kepada orang lain dan diri kita sendiri. Tidak
sepantasnya anda mengingkari janji tersebut atau mengelak bahwa anda tidak
pernah berjanji seperti itu. Jika janji tidak ditepati, jangan heran jika ada
relasi dan kerabat dekat anda berubah total menjadi tidak percaya lagi pada
anda dan menentang keputusan-keputusan anda.
Managemen sekolah adalah proses intansi yang memimpin dan membimbing
penyelenggaraan pekerjaan sekolah sebagai suatu organisasi dalam mewujudkan
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Tehnik managemen pendidikan dibagi menjadi dua, yakni bersifat umum dan
khusus. Tehnik managemen yang bersifat umum adalah tehnik yang dapat dipakai
atau diterapkan bagi seluruh organisasi atau bawahan. Tehnik managemen yang
bersifat khusus adalah tehnik tertentu yang dapat digunakan secara terbatas.
Prinsip-prinsip managemen sekolah :
a.
Prinsip Efisiensi
b.
Prinsip aktifitas
c.
Prinsip Pengelolaan
d.
Prinsip Pengutamaan tugas pengelolaan
e.
Prinsip Kerjasama
f.
Prinsip kepemimpinan
BAB III
KESIMPULAN
Kata
manajemen bersal dari bahasa latin , yaitu dari asal kata mantis yang berarti
tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata
kerja managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa
inggris dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management, dan
manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya management
diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia
Managemen
pendidikan adalah merupakan suatu cabang ilmu yang usianya relatif masih muda,
sehingga tidak lah aneh apabila masih banyak yang belum mengenal. Istilah lama
yang sering digunakan adalah “administratif” sebenarnya pengertian kedua
istilah tersebut tidak sama persis. Istilah administrasi lebih cenderung
menunjukan pada pekerjaan tulis menulis, sedangkan managemen lebih cenderung
pada suatu pekerjaan yang dilakukan pimpinan, jadi menunjukan pada kegiatan
organisasi.menjadi manajemen atau pengelolaan.
Ruang
lingkup manajemen organisasi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kegiatan
: 1) manajemen administrative. 2) manajemen
operatif.
Fungsi-fungsi
Managemen Pendidikan terdiri dari fungsi perencanaan (planning), fungsi
pengorganisasian, fungsi pengarahan (actuating), fungsi pengawasan
(controling).
Prinsip-prinsip managemen sekolah :
a. Prinsip Efisiensi
b. Prinsip aktifitas
c. Prinsip Pengelolaan
d. Prinsip Pengutamaan tugas
pengelolaan
e. Prinsip Kerjasama
f. Prinsip kepemimpinan
DAFTAR PUSTAKA
Djaswidi, 2013. Administrasi
Pendidikan. Bandung: Media Cendikia Publisher
Brantas,2009. Dasar-Dasar
Manajemen. Jakarta: Alfabeta.
Siswanto,2011. Pengantar
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
http://www.areabaca.com/2013/05/fungsi-fungsi-manajemen-pendidikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar